Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Menelisik kesenian Gong Gumbeng yang ada di Kecamatan Sambit Ponorogo

Gambar
Ayam berkokok saling bersautan dengan merdunya memecahkan keheningan, aku membuka mata berlahan-lahan, mengundang kesadaran dari tidur yang terlelap. Segera melangkahkan kaki untuk membersihkan tubuhku dengan air hangat, kemudian selesai kubersihkan aku sedikit bersolek. Mengingat hari ini merupakan hari dimana aku akan bertemu dengan Staff Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo untuk menggali informasi tentang Gong Gubeng salah satu kesenian dari Ponorogo. Selesai berkemas kubergegas menaiki motor, merapikan helm kemudian motorkunyalakan, aku bergegas pergi melaju dengan cukup kencang, aku berangkat dari Madiun ke Ponorogo, perjalanan 1 jam cukup jauh karena setiap harinya kadang pulang pergi untuk melanjutkan studyku di Perguruan tinggi.1 jam berlalu tibalah disuatu warung kopi dimana aku janjian sama teman untuk bertemu, kutepiakan motor yang kunaiki, sorot mataku memandangi setiap sudut warung itu, mencari teman Dimana ditempat ini aku janjian untuk bertemu. Ada yang menepuk pund...

LPM aL-Millah Mebagikan Majalah Edisi 36 tentang Pembangunan PLTP di Ngebel

Gambar
LPM aL-Millah Mebagikan Majalah Edisi 36 tentang Pembangunan PLTP di Ngebel Ponorogo-Senin (2/12/2019) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) aL-Millah membuka stand pembagian majalah LPM aL-Millah edisi 36 yang berjudul PLTP: Melukai Alam Demi 120 Megawatt”. Stand tersebut berada di depan halaman kampus di gedung fakultas masing-masing, baik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi), Fakultas Syari'ah (Fasya), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (Fuad) maupun di kampus 1 yaitu di Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan (Fatik). Stand dibuka mulai pukul 07:00-12:00 WIB. Umi Ula Romadhoni selaku Pimpinan Redaksi Majalah mengatakan bahwa, maksud membagikan majalah ialah, agar mahasiswa tahu bahwa Ngebel yang kerap dikunjungi masyarakat itu tidak hanya dikenal dengan pariwisatanya tetapi disana sedang berlangsung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP). "Maksud membagikan majalah ini ialah agar mahasiswa tahu bahwa Ngebel itu tidak hanya terkenal pariwisatanya teta...

Syamsulhadi (Adakah yang bercita-cita menjadi petani?)

Gambar
Adakah yang bercita-cita menjadi petani ? Oleh: Syamsulhadi Mayoritas penduduk Indonesia mengonsumsi Nasi sebagai makanan pokok sehari-hari dan sumber energi bagi tubuhnya, Indonesia tercatat disebuah situs Ricipedia situs yang memberikan informasi tentang beras Dunia (dikelola oleh International Rice Research Institute, AfricaRice, dan International Center for Tropical Agriculture), mengatakan bahwa beras (Nasi) tetap menjadi makanan paling utama di Indonesia, meskipun beberapa kelompok masyarakat memanfaatkan ubi, jagung, atau sagu sebagai makanan pokok.  Adanya hal tersebut tak lepas dengan keberadaan petani Padi, yang menggantungkan hidupnya dengan padi hasil panenya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menanam Padi harus melalui beberapa proses yaitu mulai dari membajak sawah, menabur benih padi. orang jawa biasa menyebut Nyebar Winih dan menunggu kurang lebih 15 hari sehingga winih atau benih itu tumbuh dan dapat ditanam ladang yang sudah dibajak, k...

Isu-Isu Kontemporer yang ada di Tubuh Nahdlotul Ulama’

Gambar
Isu-Isu Kontemporer yang ada di Tubuh Nahdlotul Ulama’ Oleh : Syamsulhadi. ulama' NU Nahdlotul ulama merupakan ormas islam terbesar di Indonesia yang lahir pada 13 rojab 1344 H tepatnya pada tangggal 31 Januari 1926. Yang didirikan oleh KH. Hayim Asy’ari, proses berdirinya Nahdlotul ulama’ bukan hanya semata-mata berdiri tetapi juga hasil istiqoroh KH. Hasyim Asy’ari sehingga begitu manatab, tanpa keraguan untuk mendirikan jam’ah atau organisasi Nahdlotul ulama’. Latar belakang berdiri Ada banyak factor yang melatarbelakangi berdirinya Nahdlotul ulama’ salah satunya yaitu berkembangnya pemikiran Islam di timur tengah setelah runtuhnya sayid Husen dan berdirinya kerajaan Saudi yang dipimpin oleh Muhammad bin saud serta muftinya yang bernama Muhammad bin abdul wahab ia yang melarang kebebasan bermadzhab, dengan dalih ingin memurnikan ajaran islam serta mengharamkan ziarah kubur bahkan ingin mennggusur makam Nabi Muhammad SAW, oleh karena itu Nahdlotu ulama’ berdiri ...

pemuda masadepan bangsa

Gambar
Pemuda masa depan bangsa Oleh: Syamsulhadi garuda muda Pemuda merupakan aset penting bagi masyarakat, karena masa depan bangsa ini ada di pundak pemuda. Pemuda yang bagaimana? Yaitu pemuda yang berilmu, yang peka akan keadaan sosialnya, dan pemuda mempunyi tendensi kepada negrinya. Jiwa nasionalis dan jiwa agamis harus dimiliki pemuda sehingga bisa menjadi agen perubahan dan agen control terhadap masyarakat, yang mempunyai mental baja dan ambisi menciptakan keadaan sosiologi dan psikologi yang baik bagi masyarakatnya. Eksistensi pemuda ditengah masyarakat sangat dibutuhkan, dalam mengontrol situasi sosial. Melalui jalan organisasi maupun komunitas dimana didalam kumpulan tersebut, pemuda mempunyai tujuan atau cita-cita yang luhur yang bermuara menciptakan generasi yang berkualitas. Mampu mengontrol dan memanag masalah yang ada, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Sejarah pemuda Indonesia. Kita tengok kebelakang, dahulukala ada sosok kesatria, yang mempunyai cita...