Syamsulhadi (Adakah yang bercita-cita menjadi petani?)


Adakah yang bercita-cita menjadi petani ?


Oleh: Syamsulhadi

Mayoritas penduduk Indonesia mengonsumsi Nasi sebagai makanan pokok sehari-hari dan sumber energi bagi tubuhnya, Indonesia tercatat disebuah situs Ricipedia situs yang memberikan informasi tentang beras Dunia (dikelola oleh International Rice Research Institute, AfricaRice, dan International Center for Tropical Agriculture), mengatakan bahwa beras (Nasi) tetap menjadi makanan paling utama di Indonesia, meskipun beberapa kelompok masyarakat memanfaatkan ubi, jagung, atau sagu sebagai makanan pokok. 

Adanya hal tersebut tak lepas dengan keberadaan petani Padi, yang menggantungkan hidupnya dengan padi hasil panenya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam menanam Padi harus melalui beberapa proses yaitu mulai dari membajak sawah, menabur benih padi. orang jawa biasa menyebut Nyebar Winih dan menunggu kurang lebih 15 hari sehingga winih atau benih itu tumbuh dan dapat ditanam ladang yang sudah dibajak, kemidian petani menunggu sampai 4 bulan dimulai saat pertama menanam sambil merawat tanaman padinya dengan, mengairi, memberinya pupuk sambil menunggunya saat panen tiba. 

Kemudian, padi hasil panen di suling dijadikan beras lalu di olah menjadi nasi sehingga dapat dikonsumsi, adapula ketika sudah memanen padi, petani langsung menjualnya ke pengepul ataupun maklar padi, ada yang menjualnya hingga ber ton-ton padi dan menukarnya dengan uang tunai, sehingga petani dapat membeli apapun sesuai dengan kebutuhanya.

Realita tersebut menunjukan bahwa menjadi petani bukanlah sebuah profesi yang bisa diremehkan begitu saja, walaupun Vladimir Ilyich Lenin menerangkan disebuah bukunya Development of Capitalism in Russia bahwa petani dianggap sebagai kategori kelas sosial yang homogen, Setatus sosialnya dianggap tidak berbeda dengan buruh. yaitu kelas sosial rendah. Tetapi melihat realitanya, dengan hasil yang berlimpah tak jarang petani yang hidupnya sangat terjamin khusunya petani Padi, ia bisa membangun rumah, membeli motor, tidak membeli beras lagi, bahkan bisa menyekolahkan anak-anak nya hingga keperguruan tinggi.

Surve BPS menunjukan bahwa sektor pertanian terbanyak oleh pekerja dari lulusan SD yakni 39,4 persen, kemudian tidak tamat SD 30 Persen, lulusan SMP 16,6 Persen, lulusan SMA/SMK 12,8 Persen sisanya lulusan perguruan tinggi (lulusan D1,D2,D3, dan Universitas) sebanyak 1,3 Persen. Kelompok usia muda cenderung bekerja di sektor jasa dan perdagangan dibandingkan disektor pertanian, adapun disektor pertanian saat ini rata-rata berumur diatas 40 tahun.

Dengan adanya data tersebut menunjukan bahwa Petani masih didominasi oleh kalangan tua, masih jarang dari kalangan muda, yang latar belakang orang tua nya sebagai petani, mempunyai beberapa ladang persawahan tetapi jarang yang mau terus terang menggantikan profesi orang tuanya. Bahkan yang sangat menggelikan, ketika anak ditanya “apa cita-cita kalian nak ?” pasti jawabanya, “menjadi Pilot, dokter, Polisi, Tentara”, tidak ada yang menjawab “cita-cita saya menjadi Petani”, hal ini menunjukan bahwa petani masih belum dianggap sesuatu yang WOW bagi mayoritas masyarakat. Masih jarang sekali yang secara PD memlokamirkan dirinya bahwa ia berprofesi sebagai petani, terlebih petani padi yang menjadi mayoritas masyarakat Indonesia. 

Adapun lulusan perguruan tinggi yang berprofesi menjadi petani tak jarang masyarakat yang mempunyai mindset yang tidak bagus, cenderung meremehkan sarjana yang berprofesi menjadi petani. mindset tersebut perlu diubah bahwa berprofesi menjadi petani bukanlah suatu yang memalukan bagi kalangan muda, seiring berkembangnya teknologi kalangan muda bisa merubah mindset mereka dengan menciptakan inovasi serta kreatifitas membuat sesuatu yang baru di dunia industri pertanian.

Sehingga membuktikan bahwa menjadi petani bisa hidup lebih gaya, bergaya trendi layaknya konglomerat, bisa bergaya necis dan narsis mensejajarkan dirinya dengan mereka-mereka yang bergaya ala selebritis.


(Artikel Jurnalistik Online)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menelisik kesenian Gong Gumbeng yang ada di Kecamatan Sambit Ponorogo

Isu-Isu Kontemporer yang ada di Tubuh Nahdlotul Ulama’

pemuda masadepan bangsa